Penginjilan Dengan Kuasa (3)


III. PENGINJILAN PRIBADI DARI FILIPUS

Kis 8:26-40

8:26 Kemudian berkatalah seorang malaikat Tuhan kepada Filipus, katanya: “Bangunlah dan berangkatlah ke sebelah selatan, menurut jalan yang turun dari Yerusalem ke Gaza.” Jalan itu jalan yang sunyi. 8:27 Lalu berangkatlah Filipus. Adalah seorang Etiopia, seorang sida-sida, pembesar dan kepala perbendaharaan Sri Kandake, ratu negeri Etiopia, yang pergi ke Yerusalem untuk beribadah. 8:28 Sekarang orang itu sedang dalam perjalanan pulang dan duduk dalam keretanya sambil membaca kitab nabi Yesaya. 8:29 Lalu kata Roh kepada Filipus: “Pergilah ke situ dan dekatilah kereta itu!” 8:30 Filipus segera ke situ dan mendengar sida-sida itu sedang membaca kitab nabi Yesaya. Kata Filipus: “Mengertikah tuan apa yang tuan baca itu?” 8:31 Jawabnya: “Bagaimanakah aku dapat mengerti, kalau tidak ada yang membimbing aku?” Lalu ia meminta Filipus naik dan duduk di sampingnya. 8:32 Nas yang dibacanya itu berbunyi seperti berikut: Seperti seekor domba Ia dibawa ke pembantaian; dan seperti anak domba yang kelu di depan orang yang menggunting bulunya, demikianlah Ia tidak membuka mulut-Nya. 8:33 Dalam kehinaan-Nya berlangsunglah hukuman-Nya; siapakah yang akan menceriterakan asal usul-Nya? Sebab nyawa-Nya diambil dari bumi. 8:34 Maka kata sida-sida itu kepada Filipus: “Aku bertanya kepadamu, tentang siapakah nabi berkata demikian? Tentang dirinya sendiri atau tentang orang lain?” 8:35 Maka mulailah Filipus berbicara dan bertolak dari nas itu ia memberitakan Injil Yesus kepadanya. 8:36 Mereka melanjutkan perjalanan mereka, dan tiba di suatu tempat yang ada air. Lalu kata sida-sida itu: “Lihat, di situ ada air; apakah halangannya, jika aku dibaptis?” 8:37 [Sahut Filipus: "Jika tuan percaya dengan segenap hati, boleh." Jawabnya: "Aku percaya, bahwa Yesus Kristus adalah Anak Allah."] 8:38 Lalu orang Etiopia itu menyuruh menghentikan kereta itu, dan keduanya turun ke dalam air, baik Filipus maupun sida-sida itu, dan Filipus membaptis dia. 8:39 Dan setelah mereka keluar dari air, Roh Tuhan tiba-tiba melarikan Filipus dan sida-sida itu tidak melihatnya lagi. Ia meneruskan perjalanannya dengan sukacita. 8:40 Tetapi ternyata Filipus ada di Asdod. Ia berjalan melalui daerah itu dan memberitakan Injil di semua kota sampai ia tiba di Kaisarea. Filipus adalah seorang yang suka berdoa sehingga dia intim dengan Tuhan. Pada waktu dia begitu sibuk melayani jiwa-jiwa di Samaria malaikat Tuhan berkata kepada Filipus supaya Filipus pergi dan mengadakan penginjilan pribadi pada seorang yang jiwanya haus akan Tuhan.

Dari sini kita melihat Tuhan Yesus bukan hanya memperhatikan orang banyak tetapi Tuhan Yesus juga memperhatikan pribadi-pribadi yang haus akan Tuhan. Walaupun Filipus lagi sibuk, dan pelayanannya sangat berbuah, berhasil di Samaria, Filipus segera mematuhi Tuhan. Jiwa yang haus tersebut bukanlah orang Israel tetapi seorang yang berasal Etiopia (Afrika) seorang sida-sida dan pembesar dan kepala perbendaharaan Sri Kandake. Jadi sida-sida ini adalah menteri keuangan dari ratu Etiopia dan dia pergi ke Yerusalem mencari Tuhan. Tetapi apakah yang dijumpainya di Yerusalem? Hanyalah upacara agama yang ritual saja, menurut tradisi dan imam-imam pada waktu itu kebanyakan tidak percaya. Bait Allah juga telah dikotori sehingga yang tinggal tidak ada lagi kuasa Tuhan melainkan agama Yahudi saja. Syukurlah dia mendapat satu buku nabi Yesaya. Dibacanyalah buku nabi Yesaya tetapi dia tidak mengerti walaupun dia tidak mengerti ia membaca terus.

Tuhan tidak pernah terlambat dan dia memberikan Filipus untuk menerangkan ayat tersebut. Dengan pimpinan Roh Kudus, Filipus lari mendekati kereta tersebut. Lalu kata Roh kepada Filipus: “Pergilah kesitu, dekatilah kereta itu.” Karena dari mulanya Filipus patuh maka ia sama sekali tidak terlambat bahkan tiba pada waktunya yaitu pada waktu sida-sida tersebut membaca Yes 53. Dengan segera Filipus bertanya: “Mengertikan tuan apa yang tuan baca itu?” Sida-sida ini walaupun kedudukannya sudah tinggi, kaya dan terhormat, mengaku aku tidak mengerti, aku mohon supaya ada yang membimbing aku. Filipus segera naik ke kereta tersebut dan mulailah Filipus bertolak dari Yes 53 memberitakan Injil Yesus kepadanya. Pemberitaan Filipus sangat diurapi Tuhan sehingga sida-sida itu berkata: “Lihat disitu ada air, apakah halangannya jika aku baptis?” Filipus segera menyahut: ”Jika tuan percaya dengan segenap hati boleh.” Jawab Sida-sida tersebut: “Aku percaya, bahwa Yesus Kristus adalah Anak Allah, lalu keduanya turun kedalam air dan Filipus membaptiskan dia.” Setelah mereka keluar dari air, Roh Tuhan tiba-tiba melarikan Filipus dan sida-sida tidak melihatnya lagi, dia meneruskan perjalanannya dengan sukacita.

Tuhan sangat bersukacita melihat Filipus yang segera mematuhinya dan Tuhan mau menyatakan diri lebih jelas lagi kepada Filipus sehingga Dia mengangkat Filipus sama seperti Dia mengangkat Elia. Tetapi Filipus masih dikembalikan ke bumi yaitu di kota Asdod. Di Asdod pun ia berjalan terus dan memberitakan Injil disemua kota sampai ia tiba di Kaisarea.

Maukah saudara mematuhi Tuhan sama seperti Filipus? Filipus adalah orang yang tepat yang berada ditempat yang tepat dan waktu yang tepat pada waktu Tuhan memanggilnya. Siapakah sebenarnya yang mengatur hidup Filipus? Tentu saja Roh Kudus. Zak 4:6 berkata bukan oleh kuat dan gagah melainkan Roh Tuhan juga kita akan mampu mengabarkan Injil dengan kuasa seperti Filipus. Amen.

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Penginjilan Dengan Kuasa (2)


II. PENGINJILAN YANG BERKUASA

Kita akan melihat bagaimana penginjilan yang berkuasa yang dilakukan oleh Filipus yang tentunya dapat kita lakukan juga sekarang ini.

Kis 8:4-8

8:4 Mereka yang tersebar itu menjelajah seluruh negeri itu sambil memberitakan Injil. 8:5 Dan Filipus pergi ke suatu kota di Samaria dan memberitakan Mesias kepada orang-orang di situ. 8:6 Ketika orang banyak itu mendengar pemberitaan Filipus dan melihat tanda-tanda yang diadakannya, mereka semua dengan bulat hati menerima apa yang diberitakannya itu. 8:7 Sebab dari banyak orang yang kerasukan roh jahat keluarlah roh-roh itu sambil berseru dengan suara keras, dan banyak juga orang lumpuh dan orang timpang yang disembuhkan. 8:8 Maka sangatlah besar sukacita dalam kota itu. Tuhan Yesus adalah contoh yang utama dari seorang pemberita Injil dan Tuhan Yesus sendiri yang mengatakan hal tersebut.

Luk 4:18-19

4:18 “Roh Tuhan ada pada-Ku, oleh sebab Ia telah mengurapi Aku, untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin; dan Ia telah mengutus Aku 4:19 untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan penglihatan bagi orang-orang buta, untuk membebaskan orang-orang yang tertindas, untuk memberitakan tahun rahmat Tuhan telah datang.”

Pemberitaan Injil berarti seorang yang mengabarkan berita yang baik. Pelayanan Filipus adalah sebagai diaken di gereja Yerusalem tetapi ia pergi ke Samaria dan memberitakan Mesias kepada orang-orang disitu. Syukurlah Filipus tidak mengeraskan hatinya dengan berkata: “Aku sama sekali tidak takut, aku tidak akan meninggalkan Yerusalem, aku sudah senang di Yerusalem, aku akan melawan aniaya ini.” Tetapi sebaliknya Filipus berkata: “Aku tidak akan mengeraskan hati Tuhan, kelihatannya aku musti keluar Yerusalem dan ini kesempatan bagiku untuk menggenapkan Amanat Agung.” Jadi Filipus pergi ke Samaria dan memberitakan Mesias kepada orang disitu. Jadi isi berita Filipus adalah Tuhan Yesus sendiri satu Pribadi dan Filipus bukan mengabarkan doktrin atau theologi.

Kis 8:12

8:12 Tetapi sekarang mereka percaya kepada Filipus yang memberitakan Injil tentang Kerajaan Allah dan tentang nama Yesus Kristus, dan mereka memberi diri mereka dibaptis, baik laki-laki maupun perempuan.

Filipus memberitakan Injil Kerajaan Allah dan Nama Yesus Kristus. Dan tentu saja Filipus juga memberitakan baptisan sehingga banyak laki-laki dan perempuan yang dibaptiskan. Filipus sangat mengerti bahwasanya keselamatan hanya terdapat dalam Nama Yesus.

Kis 4:12

4:12 Dan keselamatan tidak ada di dalam siapa pun juga selain di dalam Dia, sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan.” Hasilnya pemberitaan Filipus disertai dengan tanda ajaib dan mujizat.

Kis 8:6 berkata: “Orang Samaria melihat tanda-tanda dan melihat roh-roh jahat diusirkan, orang lumpuh dan timpang disembuhkan.” Hasilnya mereka sangat sukacita, lalu mereka menerima Firman Tuhan. Orang Samaria lahir baru dan dibapiskan dalam Nama Yesus. Ini adalah pola penginjilan yang sejalan dengan pelayanan Tuhan Yesus.

Sebenarnya Filipus memakai keempat kunci dari Kisah Rasul yaitu: – Filipus suka berdoa – Filipus penuh Firman Tuhan – Filipus memakai Nama Yesus – Filipus penuh Roh Kudus Hasilnya satu pemberitaan Injil yang berkuasa dan diteguhkan Tuhan dengan kuasa dan tanda ajaib. Penginjilan seperti ini biarlah menjadi pola penginjilan kita juga pada akhir zaman ini karena demikian jugalah penginjilan yang dilakukan oleh Tuhan Yesus.

Contoh: Penginjilan Charles Finney Charles Finney adalah seorang ahli hukum. Pada hari tuanya ia diselamatkan Tuhan, lahir baru, penuh Roh Kudus kemudian mulai penginjilan yang berkuasa seperti tertulis dalam buku Kisah rasul. Tiap-tiap kota yang didatanginya terjadi mujizat Tuhan yang luar biasa berupa pertobatan jiwa-jiwa, nighclub, bar, biskosp, rumah-rumah judi, rumah bordil, terpaksa ditutup karena tidak ada pengunjung lagi.

Begitu berkuasanya penginjilan Charles Finney sehingga orang-orang yang berjalan dijalan raya bisa dijamah oleh Roh Kudus sehingga mereka tergeletak. Kota-kota menjadi berubah karena Charles Finney mengadakan penginjilan dikota tersebut. Apakah rahasianya?

Rahasianya ialah berDOA dengan sungguh-sungguh. Charles Finney bersaksi beberapa hari sebelum KKR pada malam hari saya akan pergi ke hutan, disanalah saya mengerang dalam doa syafaat saya untuk kota yang akan saya Injili. Saya tidak dapat berdoa di rumah karena bisa saja orang menyangka saya sudah menjadi gila karena begitu kuatnya saya berdoa dan mengerang bahkan berguling-guling dilantai untuk keselamatan jiwa-jiwa.

Finney bukanlah seorang yang emosional. Ia seorang yang terpelajar, sarjana hukum, dan merupakan rektor dari satu Universitas yang besar tapi ia tidak malu untuk berguling-guling ditanah, mengerang, penuh dengan Roh Kudus, berbahasa Roh, menyanyi dalam Roh, menyembah dalam Roh ditambah lagi berdoa dengan sangat mengeluh untuk keselamatan jiwa-jiwa. Doa syafaat Charles Finney ini sangat berkuasa sehingga pada waktu dia berdiri dihadapan orang banyak Roh Kudus sudah menjamah hati jiwa-jiwa sehingga mereka bertobat bahkan jatuh tergetak, menangis bertobat dari dosanya dan mohon belas kasihan Tuhan.

Ini juga telah terjadi pada Filipus bahkan pada Stefanus juga kemudian pada Petrus, Yohanes dan kemudian Paulus. Semua pelayanan mereka didukung oleh doa yang sangat. Dan doa mereka menentukan kemenangan mereka. Kalau saudara mau mengadakan tanda ajaib dan mujizat dan rindu jiwa-jiwa diselamatkan tidak ada jalan lain melainkan mulailah berdoa, mengeluh dan mengerang dan mohon sungguh-sungguh keselamatan jiwa-jiwa dalam daerah saudara, kota saudara.

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Penginjilan Dengan Kuasa (1)



I. ANIAYA DATANG PADA SIDANG I

Pasal ini menceritakan mengenai penginjilan yang berkuasa yang dilakukan oleh Filipus. Filipus bukanlah seorang Rasul, ia hanya sebagai diaken namun ia seorang yang terkenal baik, penuh Roh Kudus dan hikmat tentu saja seorang yang suka berdoa.

Kis 8:1-3 8:1a Saulus juga setuju, bahwa Stefanus mati dibunuh. 8:1b Pada waktu itu mulailah penganiayaan yang hebat terhadap jemaat di Yerusalem. Mereka semua, kecuali rasul-rasul, tersebar ke seluruh daerah Yudea dan Samaria. 8:2 Orang-orang saleh menguburkan mayat Stefanus serta meratapinya dengan sangat. 8:3 Tetapi Saulus berusaha membinasakan jemaat itu dan ia memasuki rumah demi rumah dan menyeret laki-laki dan perempuan ke luar dan menyerahkan mereka untuk dimasukkan ke dalam penjara.

Nama Saulus mulai diperkenalkan sebagai pemimpin dari orang-orang yang menganiaya gereja I. Tetapi kemudian dia bertobat dan penuh dengan Roh Kudus seperti tertulis dalam Kis 9.

Penganiayaan yang hebat terjadi kepada jemaat Yerusalem. Setan sudah mencoba menghancurkan sidang I melalui Mahkama Agama dan politik tetapi gagal. Kemudian setan mencoba dengan merusak sidang dari dalam melalui tipu daya Ananias dan Safira tetapi gagal juga. Bahkan sebaliknya sidang menjadi lebih diteguhkan lagi dan lebih takut akan Tuhan.

Sekarang setan mencoba mencerai beraikan sidang jemaat melalui aniaya. Apakah saudara berpikir Tuhan tidak sanggup menghentikan aniaya tersebut? Bukankah Tuhan maha kuasa, bahkan sebenarnya Ia dapat saja mencegah supaya Stefanus tidak dihukum mati? Bukankah Tuhan menutup mulut singa sehingga singa-singa tidak dapat menerkam Daniel? Tentu saja Tuhan sanggup melakukan semua hal tersebut tetapi Tuhan tidak melakukannya karena Firman Tuhan harus genap. Tuhan tidak pernah menjanjikan bahwasanya kalau kita mengikut Tuhan, tidak akan pernah menerima aniaya bahkan sebaliknya Firman Tuhan berkata kamu akan menerima aniaya. Sidang I memang tersebar tetapi ini juga mencegah bahaya yang akan terjadi pada gereja apabila tetap tinggal di Yerusalem. Tuhan mau supaya berita Injil diberitakan diseluruh penjuru bumi, segenap penjuru alam. Jadi aniaya sama sekali tidak dapat menghentikan Firman Tuhan tetapi yang terjadi sebaliknya yaitu Firman Tuhan makin tersebar, menggenapi Amanat Agung sampai ke ujung bumi.

Perumpamaan penabur sedang digenapkan. Penabur tersebut pergi dan menaburkan benih Firman Tuhan kepada segala jenis tanah. Kematian Stefanus yang dibunuh adalah seperti sebiji gandum yang jatuh ke tanah, mati tetapi kemudian tumbuh dan berbuah lebat. Yoh 12:24 12:24 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya jikalau biji gandum tidak jatuh ke dalam tanah dan mati, ia tetap satu biji saja; tetapi jika ia mati, ia akan menghasilkan banyak buah. Penuaian yang besar terjadi karena kematian seorang martir Tuhan ini.

Firman Tuhan tidak hanya tinggal di Yerusalem tetapi anak-anak Tuhan menggenapkan Amanat Agung yang berkata: “Pergilah kamu…” Tetapi 12 rasul tetap tinggal di Yerusalem. Mereka menguburkan Stefanus dan meratapinya dengan sangat. Murid-murid telah tersebar sebagai benih yang baik dari Kerajaan Allah dan mereka memang tidak dapat dihentikan dengan apapun juga dalam menyaksikan Injil Tuhan. Puji Tuhan biarlah segenap anak-anak Tuhan juga tidak dapat dihentikan dalam menyaksikan Injil Tuhan yang berkuasa.

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Mengapa kita percaya pada mukjizat Tuhan?


Kita percaya kepada mujizat Tuhan karena kita percaya kepada Firman Tuhan.
Alkitab bukanlah karangan manusia tapi berisi Firman Tuhan yang tidak pernah kehilangan kuasanya.
Alkitab adalah dokumen yang paling berkuasa yang menyatakan bahwasanya Tuhan kita adalah Tuhan yang ajaib dan mujizat masih berlangsung pada hari ini, dst.

Yoh 1:1, 14
1:1 Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah.
1:14 Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran.

Jadi Firman Tuhan itu adalah Allah sendiri yang ajaib adanya maka ajaib Tuhan masih berlangsung sekarang ini.
Pada waktu saudara membaca Firman Tuhan, Firman Tuhan tidak tinggal diam tetapi ia melakukan sesuatu pada tubuh saudara pada waku saudara membacanya, mendengarnya, mempercayainya, mengakuinya dan bertindak atasnya.

Kita percaya kepada Firman Tuhan karena tiap-tiap minggu dalam kebaktian kita selalu terjadi mujizat Tuhan mulai dari pada mujizat keselamatan, kesembuhan, kelepasan dari kuasa kegelapan.
Kami sendiri telah melihat begitu banyak kesembuhan dalam pelayanan kami.

Mujizat masih berlangsung sekarang ini karena Tuhan Yesus berkata: “Aku adalah Tuhan dan Aku tidak berubah”

Maleakhi 3:6
3:6 Bahwasanya Aku, TUHAN, tidak berubah, dan kamu, bani Yakub, tidak akan lenyap.

Ibr 13:8
13:8 Yesus Kristus tetap sama, baik kemarin maupun hari ini dan sampai selama-lamanya.

Apa yang dikerjakan Tuhan Yesus pada waktu Dia masih dibumi ini Dia masih melakukannya sekarang.
Tidak ada satu ayatpun dalam Alkitab yang mengatakan bahwasanya hari-hari mujizat telah berlalu.
Nyatanya kebalikannyalah yang terjadi karena pada akhir zaman urapan Tuhan akan bertambah-tambah, tanda ajaib mujizat akan bertambah-tambah dan jiwa-jiwa yang menerima Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan Juru Selamat juga akan bertambah-tambah.

Kalau memang mujizat sudah berhenti, pada waktu Yesus naik ke sorga, mengapakah rasul Yakobus berkata dalam

Yak 5:14-15
5:14 Kalau ada seorang di antara kamu yang sakit, baiklah ia memanggil para penatua jemaat, supaya mereka mendoakan dia serta mengolesnya dengan minyak dalam nama Tuhan.
5:15 Dan doa yang lahir dari iman akan menyelamatkan orang sakit itu dan Tuhan akan membangunkan dia; dan jika ia telah berbuat dosa, maka dosanya itu akan diampuni.

Yakobus tidak berkata “YA” memang Tuhan Yesus sudah ke sorga dan mujizatNya akan berlangsung 10-20 tahun lagi kemudian tidak akan ada mujizat lagi. Yakobus tidak pernah berkata demikian. Bahkan Tuhan Yesus berkata pekerjaan yang lebih besar dari padaKu akan kamu kerjakan.

Yoh 14:12.
14:12 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan melakukan juga pekerjaan-pekerjaan yang Aku lakukan, bahkan pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar dari pada itu. Sebab Aku pergi kepada Bapa;

Salah satu tanda orang percaya yaitu meletakkan tangan atas orang sakit lalu orang itu akan sembuh.

Posted in Uncategorized | Tagged , , | Leave a comment

Memiliki Hidup Yang Memberikan Pengaruh


Pepatah mengatakan “Gajah mati meninggalkan gading, harimau mati meninggalkan belang sedangkan manusia mati meninggalkan apa?”

Apakah yang kita tinggalkan ketika kita meninggalkan dunia ini? Apakah kita sekedar meninggalkan nama kita? Apakah yang kita tinggalkan ketika kita meninggalkan dunia ini?
Apakah kita membawa pengaruh atau tidak pada dunia ini? Atau kita hanya sekedar menjalani hidup ini? Apakah kita membawa pengaruh kepada diri kita? Apakah kita membawa pengaruh kepada keluarga kita? Apakah kita membawa pengaruh kepada lingkungan kita? Tempat kita bekerja? Atau tempat dimana Tuhan menempatkan kita? Apakah kita membawa pengaruh kepada kota kita dan negara kita?

Setelah kita dapat menjawab pertanyaan ini, kita harus dapat menjawab pertanyaan berikut ini : Apakah pengaruh yang kita bawakan kepada dunia ini? Adakah itu suatu pengaruh yang baik atau suatu pengaruh yang buruk? Marilah kita renungkan hal ini, sebab firman Tuhan mengatakan bahwa HIDUP KITA HARUS MEMBERIKAN PENGARUH.
Adakah itu suatu pengaruh yang memperbaiki atau merusakkan?
Adakah itu suatu pengaruh yang membangun atau meruntuhkan?

Matius 5:13-16
5:13 “Kamu adalah garam dunia. Jika garam itu menjadi tawar, dengan apakah ia diasinkan? Tidak ada lagi gunanya selain dibuang dan diinjak orang.
5:14 Kamu adalah terang dunia. Kota yang terletak di atas gunung tidak mungkin tersembunyi.
5:15 Lagipula orang tidak menyalakan pelita lalu meletakkannya di bawah gantang, melainkan di atas kaki dian sehingga menerangi semua orang di dalam rumah itu.
5:16 Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga.”

Demikian juga halnya dengan kita! Kita adalah garam dunia!
Tanpa kita, dunia akan menjadi hambar! Kitalah yang membawa kelezatan dalam dunia ini! Kitalah yang membawa rasa dalam dunia ini! Kita harus berpengaruh dalam dunia ini!
Garam mempunyai satu pekerjaan yaitu mengubahkan rasa!
Kemanapun garam pergi, ia mengubahkan sekelilingnya menjadi rasa yang dimilikinya yaitu : ASIN!
Garam tidak terpengaruh oleh sekelilingnya melainkan ia mempengaruhi sekelilingnya!
Jika garam mulai kehilangan keasinannya maka ia tidak berguna!
Jika garam mulai terpengaruh oleh sekelilingnya, maka ia menjadi tidak berguna.
Garam hanya berguna jika ia mempengaruhi sekelilingnya.
Jika kita mulai kehilangan rasa kita, dan dunia mulai mempengaruhi kehidupan kita, maka kita tidak akan ada lagi gunanya!
Kita sangat berguna jika kita mempengaruhi sekeliling kita. Tentunya dengan pengaruh Kristus untuk memperluas Kerajaan Sorga.
Alkitab mengatakan kita harus menjadi kepala dan bukan ekor.
Kita menjadi kepala dengan satu tujuan yang jelas yaitu kita akan memimpin dan memberikan pengaruh kepada sekeliling kita agar mereka sampai kepada keselamatan.

Posted in Uncategorized | Tagged , , | Leave a comment

Berbelas Kasihan Pada Orang Lain


Roma 12: 15 : Bersukacitalah dengan orang yang bersukacita, menangislah dengan orang yang menangis.
Arti berbelas kasihan adalah dapat merasakan apa yang orang lain rasakan, peduli dan memperhatikan orang lain.
Jadilah orang yang berbelas kasihan dan selalu perduli dengan orang lain, tidak mengkritik dan menghakimi orang lain. Berusahalah menolong dan menyatakan kasih karunia Tuhan pada orang lain.

Posted in Uncategorized | Tagged , , , , | Leave a comment

Suka Memberi


Berhentilah memikirkan diri sendiri. Buanglah kesombongan, jangan menyimpan kemarahan, segeralah mengampuni, maka saudara sudah mulai mematikan si aku (manusia lama). Tolonglah orang lain, terutama ketika saudara sendiri membutuhkan pertolongan.

Tuhan kita adalah Tuhan yang suka memberi. Bapa di Sorga telah memberikan Anak-Nya yang tunggal untuk keselamatan manusia.

Tuhan Yesus datang untuk membuka pintu Sorga bagi kita, menjadikan kita anak-anak Tuhan. Sebagai anak-anak Tuhan, kita mempunyai satu kehidupan yang suka memberi. Bukan hanya materi, tetapi juga meneguhkan dan membebaskan anak Tuhan yang lain dari permasalahan mereka.

Memberi ibarat taburan, yang pasti akan dituai dimasa-masa yang akan datang. Dalam buku Kejadian dituliskan tidak henti-hentinya lagi waktu menabur dan menuai. Jadi kalau saudara rindu untuk menabur, maka Tuhan akan memberikan sesuatu kepada saudara untuk diberikan kepada orang lain.

Bagaimanapun kita tidak akan melebihi Tuhan dalam memberi. Kalau kita memberi dengan berkelimpahan, Tuhan akan memberikan dengan berkelimpahan juga, sampai-sampai tidak ada tempat lagi untuk menyimpan berkat Tuhan itu. Berkat Tuhan tidak hanya dalam bidang finansial saja, tetapi lebih daripada itu juga termasuk dalam kesehatan, rumah tangga, karir dan lain sebagainya.

Punyailah kebiasaan yang baik, yaitu menjadi berkat bagi orang lain. Jadilah orang yang murah hati, yang suka memberi dan membangunkan iman orang lain serta membawa orang lain bersekutu dengan Tuhan. Maka saudara akan merasa sukacita dan mendapatkan kepuasan dalam hidup.

Posted in Uncategorized | Leave a comment