Jangan Mementingkan Diri Sendiri

Mementingkan diri sendiri menutup berkat Tuhan bagi kita. Salah satu perangkap setan yang dapat menghilangkan sukacita yang besar dari Tuhan ialah hidup yang mementingkan diri sendiri.
Sayangnya masih banyak anak-anak Tuhan yang masih hidup bagi diri sendiri, yaitu mencari keinginan dan kebutuhan mereka sendiri. Mereka jarang melakukan sesuatu untuk orang lain, karena hidupnya hanya berpusat bagi dirinya sendiri. Namun bila kita mau menjadi anak Tuhan yang berbelas kasihan dan tidak mementingkan diri sendiri, maka kita akan menjalani satu hidup yang penuh dengan kelimpahan Tuhan.
Dalam Galatia 5: 19-20 dituliskan bahwa “Perbuatan daging telah nyata, yaitu: percabulan, kecemaran, hawa nafsu, penyembahan berhala, sihir, perseteruan, perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, percideraan, roh pemecah”. Dia selalu memikirkan siakunya saja (tidak mau terganggu dan tidak mau capek sedikitpun untuk menolong orang lain). Gejala-gejala mementingkan diri sendiri (si aku), antara lain: keangkuhan (sombong), kemarahan, balas dendam, mudah tersinggung yang menuju depresi. Kita semua pada dasarnya berpusat pada diri sendiri. Namun jika kita mengikuti Tuhan dan mewarisi hidup yang kekal, maka kehendak daging (si aku, kesombongan, mementingkan diri sendiri) harus mati. Musuh kita yang terbesar bukanlah setan tapi si aku, manusia lama kita. Gagal mematikan kehendak daging akan membawa kepada kematian rohani.

This entry was posted in Uncategorized and tagged , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s