Memiliki Hidup Yang Memberikan Pengaruh

Pepatah mengatakan “Gajah mati meninggalkan gading, harimau mati meninggalkan belang sedangkan manusia mati meninggalkan apa?”

Apakah yang kita tinggalkan ketika kita meninggalkan dunia ini? Apakah kita sekedar meninggalkan nama kita? Apakah yang kita tinggalkan ketika kita meninggalkan dunia ini?
Apakah kita membawa pengaruh atau tidak pada dunia ini? Atau kita hanya sekedar menjalani hidup ini? Apakah kita membawa pengaruh kepada diri kita? Apakah kita membawa pengaruh kepada keluarga kita? Apakah kita membawa pengaruh kepada lingkungan kita? Tempat kita bekerja? Atau tempat dimana Tuhan menempatkan kita? Apakah kita membawa pengaruh kepada kota kita dan negara kita?

Setelah kita dapat menjawab pertanyaan ini, kita harus dapat menjawab pertanyaan berikut ini : Apakah pengaruh yang kita bawakan kepada dunia ini? Adakah itu suatu pengaruh yang baik atau suatu pengaruh yang buruk? Marilah kita renungkan hal ini, sebab firman Tuhan mengatakan bahwa HIDUP KITA HARUS MEMBERIKAN PENGARUH.
Adakah itu suatu pengaruh yang memperbaiki atau merusakkan?
Adakah itu suatu pengaruh yang membangun atau meruntuhkan?

Matius 5:13-16
5:13 “Kamu adalah garam dunia. Jika garam itu menjadi tawar, dengan apakah ia diasinkan? Tidak ada lagi gunanya selain dibuang dan diinjak orang.
5:14 Kamu adalah terang dunia. Kota yang terletak di atas gunung tidak mungkin tersembunyi.
5:15 Lagipula orang tidak menyalakan pelita lalu meletakkannya di bawah gantang, melainkan di atas kaki dian sehingga menerangi semua orang di dalam rumah itu.
5:16 Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga.”

Demikian juga halnya dengan kita! Kita adalah garam dunia!
Tanpa kita, dunia akan menjadi hambar! Kitalah yang membawa kelezatan dalam dunia ini! Kitalah yang membawa rasa dalam dunia ini! Kita harus berpengaruh dalam dunia ini!
Garam mempunyai satu pekerjaan yaitu mengubahkan rasa!
Kemanapun garam pergi, ia mengubahkan sekelilingnya menjadi rasa yang dimilikinya yaitu : ASIN!
Garam tidak terpengaruh oleh sekelilingnya melainkan ia mempengaruhi sekelilingnya!
Jika garam mulai kehilangan keasinannya maka ia tidak berguna!
Jika garam mulai terpengaruh oleh sekelilingnya, maka ia menjadi tidak berguna.
Garam hanya berguna jika ia mempengaruhi sekelilingnya.
Jika kita mulai kehilangan rasa kita, dan dunia mulai mempengaruhi kehidupan kita, maka kita tidak akan ada lagi gunanya!
Kita sangat berguna jika kita mempengaruhi sekeliling kita. Tentunya dengan pengaruh Kristus untuk memperluas Kerajaan Sorga.
Alkitab mengatakan kita harus menjadi kepala dan bukan ekor.
Kita menjadi kepala dengan satu tujuan yang jelas yaitu kita akan memimpin dan memberikan pengaruh kepada sekeliling kita agar mereka sampai kepada keselamatan.

This entry was posted in Uncategorized and tagged , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s