Penginjilan Dengan Kuasa (1)


I. ANIAYA DATANG PADA SIDANG I

Pasal ini menceritakan mengenai penginjilan yang berkuasa yang dilakukan oleh Filipus. Filipus bukanlah seorang Rasul, ia hanya sebagai diaken namun ia seorang yang terkenal baik, penuh Roh Kudus dan hikmat tentu saja seorang yang suka berdoa.

Kis 8:1-3 8:1a Saulus juga setuju, bahwa Stefanus mati dibunuh. 8:1b Pada waktu itu mulailah penganiayaan yang hebat terhadap jemaat di Yerusalem. Mereka semua, kecuali rasul-rasul, tersebar ke seluruh daerah Yudea dan Samaria. 8:2 Orang-orang saleh menguburkan mayat Stefanus serta meratapinya dengan sangat. 8:3 Tetapi Saulus berusaha membinasakan jemaat itu dan ia memasuki rumah demi rumah dan menyeret laki-laki dan perempuan ke luar dan menyerahkan mereka untuk dimasukkan ke dalam penjara.

Nama Saulus mulai diperkenalkan sebagai pemimpin dari orang-orang yang menganiaya gereja I. Tetapi kemudian dia bertobat dan penuh dengan Roh Kudus seperti tertulis dalam Kis 9.

Penganiayaan yang hebat terjadi kepada jemaat Yerusalem. Setan sudah mencoba menghancurkan sidang I melalui Mahkama Agama dan politik tetapi gagal. Kemudian setan mencoba dengan merusak sidang dari dalam melalui tipu daya Ananias dan Safira tetapi gagal juga. Bahkan sebaliknya sidang menjadi lebih diteguhkan lagi dan lebih takut akan Tuhan.

Sekarang setan mencoba mencerai beraikan sidang jemaat melalui aniaya. Apakah saudara berpikir Tuhan tidak sanggup menghentikan aniaya tersebut? Bukankah Tuhan maha kuasa, bahkan sebenarnya Ia dapat saja mencegah supaya Stefanus tidak dihukum mati? Bukankah Tuhan menutup mulut singa sehingga singa-singa tidak dapat menerkam Daniel? Tentu saja Tuhan sanggup melakukan semua hal tersebut tetapi Tuhan tidak melakukannya karena Firman Tuhan harus genap. Tuhan tidak pernah menjanjikan bahwasanya kalau kita mengikut Tuhan, tidak akan pernah menerima aniaya bahkan sebaliknya Firman Tuhan berkata kamu akan menerima aniaya. Sidang I memang tersebar tetapi ini juga mencegah bahaya yang akan terjadi pada gereja apabila tetap tinggal di Yerusalem. Tuhan mau supaya berita Injil diberitakan diseluruh penjuru bumi, segenap penjuru alam. Jadi aniaya sama sekali tidak dapat menghentikan Firman Tuhan tetapi yang terjadi sebaliknya yaitu Firman Tuhan makin tersebar, menggenapi Amanat Agung sampai ke ujung bumi.

Perumpamaan penabur sedang digenapkan. Penabur tersebut pergi dan menaburkan benih Firman Tuhan kepada segala jenis tanah. Kematian Stefanus yang dibunuh adalah seperti sebiji gandum yang jatuh ke tanah, mati tetapi kemudian tumbuh dan berbuah lebat. Yoh 12:24 12:24 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya jikalau biji gandum tidak jatuh ke dalam tanah dan mati, ia tetap satu biji saja; tetapi jika ia mati, ia akan menghasilkan banyak buah. Penuaian yang besar terjadi karena kematian seorang martir Tuhan ini.

Firman Tuhan tidak hanya tinggal di Yerusalem tetapi anak-anak Tuhan menggenapkan Amanat Agung yang berkata: “Pergilah kamu…” Tetapi 12 rasul tetap tinggal di Yerusalem. Mereka menguburkan Stefanus dan meratapinya dengan sangat. Murid-murid telah tersebar sebagai benih yang baik dari Kerajaan Allah dan mereka memang tidak dapat dihentikan dengan apapun juga dalam menyaksikan Injil Tuhan. Puji Tuhan biarlah segenap anak-anak Tuhan juga tidak dapat dihentikan dalam menyaksikan Injil Tuhan yang berkuasa.

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s